• Enter Slide 1 Title Here

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

4/16/2008

Bagian Tubuh Terpenting

Dapat dari Klinik Rohani...
Semoga bermanfaat. GBU

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.

Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita
sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu."
Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan
aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi.
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.
Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi
semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu
masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke
tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal.
Semua keluarga sedih. Semua menangis.
Bahkan, ayahku menangis.
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya
menangis.
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal
pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling
penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir,
ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini
penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar
"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku
selalu berkata
kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah
hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan.
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman
atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis.
Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu
selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi
orang yang mementingkan diri sendiri.Tapi, simpati terhadap penderitaan yang
dialamin oleh orang lain.

Orang akan  melupakan apa yang kamu katakan...

Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...

Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

GOD Bless YOU.

3/13/2008

Kiat Abraham Lincoln Menangani Masalah

Istri Lincoln yang bernama Mary Tood terkenal bertempramen tinggi, orangnya labil dan suka hidup glamour. Kehidupan berumah-tangga selama 23 tahun, Lincoln mengalami penderitaan sangat karena ulah sang isteri. Hidupnya dirumah bagaikan dipenjara. Setiap hari ia harus mendengar omelan dan makian sang istri.

Dipandangan sang istri, Lincoln adalah makhluk yang menyebalkan dan yang banyak kekurangan. Istrinya selalu mengejeknya dengan mengatakan bahwa ia memiliki tampang yang menjengkelkan, berkepala besar dan berkaki kecil, berhidung bengkok, berpenampilan buruk, gaya jalannya seperti orang indian, berwajah pucat seperti orang menderita TBC dan sebagainya.

Menurut asistennya, Lincoln meskipun sudah menjadi presiden tetap tidak lepas dari tekanan sang isteri. pernah satu kali, ia bersama isterinya makan direstoran umum. Tidak tahu karena apa, secara tiba-tiba sang isteri menyiram muka sang presiden dengan kopi panas.

Peristiwa tersebut disaksikan banyak orang. Dalam situasi demikian, terlihat sang suami yang presiden itu tetap tenang dan sabar menghadapi perlakuan isteri yang mempermalukannya didepan umum.

Perlakuan yang demikian sering dilakukan sang isteri. Tatkala Lincoln menjabat sebagai pengacara dan sering bertugas diluar, sering berusaha mencari alasan untuk tidak pulang. Ia lebih senang hidup diluar dari pada pulang kerumah menghadapi sang isteri yang suka berang itu. Mereka dikaruniakan empat anak, tetapi yang hidup hanya satu, sedangkan yang lainnya satu per-satu meninggal.

Penderitaan yang dialami Lincoln, bukan hanya datang dari dalam rumah, tetapi juga dari luar. Musuh-musuh politiknya sering mencari peluang untuk menyerang dan menjatuhkannya. Masalah-masalah pemerintahan, dan keputusan-keputusan penting yang menentukan, sering membawa tekanan batin yang luar biasa. Apa yang memampukannya untuk menghadapi semua ini?

Ia mengatakan, "Aku sering bercakap-cakap dengan Allah dan tatkala aku melakukan hal itu, hatiku bukan saja merasa lega; dan Allah selalu memberi petunjuk jalan padaku".

Dalam pidato perpisahan dengan orang-orang sekampungnya untuk menjabat sebagai Presiden ke 16 Amerika di Washington, ia mengatakan, "Setelah perpisahan ini, tidak tahu kapan kita bisa bertemu kembali. Aku merasa kali ini menjabat presiden mempunyai tugas yang lebih berat dari Washington; jika bukan Allah menolong, maka aku tidak mungkin dapat menunaikan tugas tersebut". Petikan pidato waktu pelantikannya sebagai presiden, ia mengatakan, "Jika kita mau menyelamatkan diri dari situasi yang sulit ini, tidak dapat bersandar pada kepintaran kita, melainkan perlu bersandar pada Allah".

"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak" (Mazmur 37:5)

Seri Buku Pembinaan - Ilustrasi Kebenaran Alkitab 4
Pdt. Dr. Paulus Daun, Th.M.
- Lampiran dalam Warta Jemaat 27 Januari 2007 GPIB "Bethesda" Sidoarjo

Besarkan Nama Tuhan

Kidung Jemaat 046. Besarkan Nama Tuhan
Syair: Wij moeten Gode zingen, Willem Barnard 1959
Terjemahan: H.A.Pandopo
Lagu: Willem Vogel 1959

Ayat 1:
Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
kasihNya tak berkurang, Haleluya!
Sekalipun keluhan menimpa umatNya,
berkatNya ditemukan, Haleluya!

Ayat 2:
Dib'rinya hidup baru, gelap menjadi t'rang;
sabdaNya besertamu di ngarai yang kelam.
Hai kamu yang selalu padaNya berpegang,
tak usah ragu-ragu: tuntunanNya tent'ram!

Ayat 3:
Di dalam kekurangan, Kyrieleison
di tanah pembuangan, di tanah Babilon,
kendati musim zaman menghitam dan mendung,
namaMu dibesarkan, pujian mendengun.

Ayat 4:
Kecapi digantungkan, Miserikordia
ke pohon gandarusa, terbungkam suaranya;
tetapi kasih Tuhan di Galilea
akhirnya menghiburkan, Haleluya!

Ayat 5:
Besarkan nama Tuhan, Haleluya;
di dunia serukan kemuliaanNya!
JanjiNya dikukuhkan demi manusia:
besarkan nama Tuhan, Haleluya!

Source: Copyright © by IrvingEvaJoan.com All Right Reserved.