
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jesus Christ Our Savior</title>
	<atom:link href="http://www.jc.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jc.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Dec 2008 07:49:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Bagian tubuh terpenting</title>
		<link>http://www.jc.web.id/bagian-tubuh-terpenting.html</link>
		<comments>http://www.jc.web.id/bagian-tubuh-terpenting.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 06:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jc.web.id/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Dapat dari Klinik Rohani&#8230; Semoga bermanfaat. GBU Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, &#8220;Telinga, Bu.&#8221; Jawabnya, &#8220;Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapat dari Klinik Rohani&#8230;<br />
Semoga bermanfaat. GBU</p>
<p>Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.</p>
<p>Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.</p>
<p>Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita<br />
sebagai manusia, jadi aku jawab, &#8220;Telinga, Bu.&#8221;<br />
Jawabnya, &#8220;Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan<br />
aku menanyakanmu lagi nanti.&#8221;</p>
<p>Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi.<br />
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.<br />
Jadi, kali ini aku memberitahukannya, &#8220;Bu, penglihatan sangat penting bagi<br />
semua orang, jadi pastilah mata kita.&#8221;<br />
Dia memandangku dan berkata, &#8220;Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu<br />
masih salah karena banyak orang yang buta.&#8221;</p>
<p>Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke<br />
tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,<br />
&#8220;Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku.&#8221;</p>
<p>Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal.<br />
Semua keluarga sedih. Semua menangis.<br />
Bahkan, ayahku menangis.<br />
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya<br />
menangis.<br />
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal<br />
pada kakek.</p>
<p>Dia bertanya padaku, &#8220;Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling<br />
penting, sayang?&#8221;</p>
<p>Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir,<br />
ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.</p>
<p>Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, &#8220;Pertanyaan ini<br />
penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar<br />
&#8220;hidup&#8221;. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku<br />
selalu berkata<br />
kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah<br />
hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting.&#8221;</p>
<p>Dia memandangku dengan wajah keibuan.<br />
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.<br />
Dia berkata, &#8220;Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya, &#8220;Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?&#8221;</p>
<p>Ibu membalas, &#8220;Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman<br />
atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis.<br />
Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.<br />
Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu<br />
selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi<br />
orang yang mementingkan diri sendiri.Tapi, simpati terhadap penderitaan yang<br />
dialamin oleh orang lain.</p>
<p>Orang akan  melupakan apa yang kamu katakan&#8230;</p>
<p>Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan&#8230;</p>
<p>Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.</p>
<p>GOD Bless U.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jc.web.id/bagian-tubuh-terpenting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Paskah PGI 2008</title>
		<link>http://www.jc.web.id/pesan-paskah-pgi-2008.html</link>
		<comments>http://www.jc.web.id/pesan-paskah-pgi-2008.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 15:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jumat Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Paskah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jc.web.id/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Pesan Paskah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Tahun 2008 &#8220;BERAKARLAH DIDALAM DIA DAN DIBANGUN DIATAS DIA&#8221; (Bdk. Kolose 2:7) Umat Kristiani dimanapun beradaSalam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus, Salam sejahtera, Kita patut melantunkan pujian dan mengidungkan mazmur syukur kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus oleh karena atas anugerah dan kasih-Nya kita boleh memasuki hari raya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Pesan Paskah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Tahun 2008</p>
<p>&#8220;BERAKARLAH DIDALAM DIA DAN DIBANGUN DIATAS DIA&#8221; (Bdk. Kolose 2:7)</p>
<p>Umat Kristiani dimanapun berada<br />Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,</p>
<p>Salam sejahtera,
</p>
<ol>
<li>Kita patut melantunkan pujian dan mengidungkan mazmur syukur kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus oleh karena atas anugerah dan kasih-Nya kita boleh memasuki hari raya Paskah, dengan rasa syukur yang meluap-luap.</p>
<p>Dalam kehidupan kristiani, hari raya Paskah memiliki makna yang amat sentral dan fundamental. Paskah-hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian adalah pilar-pilar yang kukuh, yang diatasnya konstruksi kekristenan itu di bangun dan didirikan. Jika Kristus terpenjara kematian, dikalahkan oleh kuasa maut dan tidak bangkit, maka kekristenan tidak memiliki makna apapun bagi manusia dan dunia. Kebangkitan Kristus dari kematian telah membebaskan manusia dari kuasa dosa yang selama ini menjajah dan membelenggu kehidupannya. “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Kor 15:17) Paskah memberikan penegasan bahwa kuasa kehidupan lebih kuat daripada kuasa kematian; kuasa kematian bersifat fana dan sementara, tetapi kuasa kehidupan adalah sesuatu yang terarah ke masa depan dan bermuara pada keselamatan abadi. Melalui kebangkitanNya dari kematian, Kristus mengukir masadepan berpengharapan dan keselamatan abadi bagi umat manusia. Merayakan Paskah tidak berarti lain kecuali berjuang untuk melawan kuasa kematian dalam berbagai bentuknya dan memberi ruang agar kuasa kehidupan yang membawa pengharapan dan keselamatan bagi manusia benar-benar terwujud.</p>
</li>
<li>Gereja-gereja dan umat Kristen disegala abad dan zaman, di segala tempat dan wilayah adalah persekutuan yang sepenuhnya terikat dan dipersekutukan didalam Kristus. Gereja dan umat Kristen memiliki keterkaitan dan keterhubungan dengan Kristus, Raja dan Kepala Gereja. Firman Allah menyatakan “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11). Yesus Kristus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa kematian itulah yang menjadi dasar dan fondamen Gereja serta kekristenan, sehingga Gereja dan kekristenan dapat teguh berdiri ditengah-tengah perubahan zaman dengan aneka tantangan di dalamnya. Tak akan pernah ada dasar lain yang dapat menggeser, mengubah atau menggantikan dasar dari Gereja dan kekristenan selain Yesus Kristus itu sendiri.
<p>Dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengingatkan ulang warga gereja bahwa mereka telah menerima Yesus Kristus dalam hidup mereka. Oleh karena itu hidup mereka hendaknya tetap di dalam Kristus, berakar di dalam Kristus, dan dibangun di atas Kristus. Bahkan warga jemaat dimotivasi agar bertambah teguh dalam iman dengan mewujudkan hidup yang terus menerus bersyukur kepada Kristus.</p>
<p>Dalam pandangan kristiani, kebangkitan Kristus merupakan antisipasi dari kebangkitan orang-orang beriman di masa depan, sebab itu Paskah memiliki keterkaitan dengan manusia kini dan di sini, yang sedang berjuang di tengah kekinian sejarah. Spirit kebangkitan Kristus harus sungguh-sungguh menjadi jiwa dari Gereja-gereja di Indonesia, menjadi nafas dari seluruh gerak langkah umat kristiani dan tidak boleh terjebak menjadi sebuah kata-kata tanpa makna. Kristus telah bangkit menghadirkan harapan-harapan baru bagi manusia dan dunia. Umat manusia umumnya, dan umat kristiani khususnya, harus bangkit dan secara kreatif dinamik mengukir karya terbaik bagi sesama tanpa pamrih, dengan tidak mempertimbangkan suku, agama, ras dan antar golongan. Paskah harus mampu merubuhkan tembok-tembok pemisah yang berdiri kukuh membentengi kedirian manusia. Paskah harus mampu menumbuhkan potensi-potensi integratif dan menghancur-luluhkan virus-virus disintegratif yang menggerogoti masyarakat majemuk Indonesia. Paskah harus membarui Gereja, agar Gereja memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengatakan ya, di atas yang ya, dan tidak di atas yang tidak. Gereja harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia (Kisah Para Rasul 5:29). Gereja yang berakar dan di bangun di dalam Kristus adalah Gereja yang memiliki kekuatan dan kemauan untuk menjadi nabi pada zamannya tanpa ragu, takut dan gentar.</p>
</li>
<li>Dalam suasana syukur dan sukacita Paskah yang hadir menjamah ruang-ruang kehidupan kita, perkenankanlah kami mengundang saudara-saudara untuk mewujudkan hal-hal berikut :
<ol>
<li>Semangat Paskah hendaknya benar-benar makin memotivasi setiap warga gereja untuk mewujudkan kehidupan yang berakar dan dibangun didalam Kristus sehingga warga gereja tetap beriman teguh dalam menjawab tantangan global.</p>
</li>
<li>Semangat Paskah hendaknya mampu meneguhkan komitmen untuk menjadi Gereja Yesus Kristus yang bangkit, yang bersaksi dan melayani dengan paradigma baru, yang di dalamnya seluruh potensi warga gereja didayagunakan, keutuhan Gereja dipertahankan, kemajemukan denominasi masyarakat dan diapresiasi, demi terwujudnya damai sejahtera Allah di atas bumi.
</li>
<li>Semangat Paskah hendaknya menjadi sumber inspirasi untuk merajut relasi lintas agama yang makin bermutu, dan menjadi modal utama dalam perjuangan bersama bagi terwujudnya masyarakat majemuk Indonesia yang cerdas, berkeadaban, inklusif, adil dan demokratis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Pesan Paskah ini kami akhiri dengan menggarisbawahi Firman Allah: &#8220;Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.&#8221; (1 Korintus 15:57,58)</p>
<p>Selamat merayakan Paskah 2008!</p>
<p>Jakarta, medio Februari 2008<br />Atas nama,<br />Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia</p>
<p>Pdt. Dr. A.A. Yewangoe<br />Ketua Umum</p>
<p>Pdt. Dr. Richard M. Daulay<br />Sekretaris Umum</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jc.web.id/pesan-paskah-pgi-2008.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Abraham Lincoln Menangani Masalah</title>
		<link>http://www.jc.web.id/kiat-abraham-lincoln-menangani-masalah.html</link>
		<comments>http://www.jc.web.id/kiat-abraham-lincoln-menangani-masalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 15:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jc.web.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Istri Lincoln yang bernama Mary Tood terkenal bertempramen tinggi, orangnya labil dan suka hidup glamour. Kehidupan berumah-tangga selama 23 tahun, Lincoln mengalami penderitaan sangat karena ulah sang isteri. Hidupnya dirumah bagaikan dipenjara. Setiap hari ia harus mendengar omelan dan makian sang istri. Dipandangan sang istri, Lincoln adalah makhluk yang menyebalkan dan yang banyak kekurangan. Istrinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istri Lincoln yang bernama Mary Tood terkenal bertempramen tinggi, orangnya labil dan suka hidup glamour. Kehidupan berumah-tangga selama 23 tahun, Lincoln mengalami penderitaan sangat karena ulah sang isteri. Hidupnya dirumah bagaikan dipenjara. Setiap hari ia harus mendengar omelan dan makian sang istri.</p>
<p>Dipandangan sang istri, Lincoln adalah makhluk yang menyebalkan dan yang banyak kekurangan. Istrinya selalu mengejeknya dengan mengatakan bahwa ia memiliki tampang yang menjengkelkan, berkepala besar dan berkaki kecil, berhidung bengkok, berpenampilan buruk, gaya jalannya seperti orang indian, berwajah pucat seperti orang menderita TBC dan sebagainya.</p>
<p>Menurut asistennya, Lincoln meskipun sudah menjadi presiden tetap tidak lepas dari tekanan sang isteri. pernah satu kali, ia bersama isterinya makan direstoran umum. Tidak tahu karena apa, secara tiba-tiba sang isteri menyiram muka sang presiden dengan kopi panas.</p>
<p>Peristiwa tersebut disaksikan banyak orang. Dalam situasi demikian, terlihat sang suami yang presiden itu tetap tenang dan sabar menghadapi perlakuan isteri yang mempermalukannya didepan umum.</p>
<p>Perlakuan yang demikian sering dilakukan sang isteri. Tatkala Lincoln menjabat sebagai pengacara dan sering bertugas diluar, sering berusaha mencari alasan untuk tidak pulang. Ia lebih senang hidup diluar dari pada pulang kerumah menghadapi sang isteri yang suka berang itu. Mereka dikaruniakan empat anak, tetapi yang hidup hanya satu, sedangkan yang lainnya satu per-satu meninggal.</p>
<p>Penderitaan yang dialami Lincoln, bukan hanya datang dari dalam rumah, tetapi juga dari luar. Musuh-musuh politiknya sering mencari peluang untuk menyerang dan menjatuhkannya. Masalah-masalah pemerintahan, dan keputusan-keputusan penting yang menentukan, sering membawa tekanan batin yang luar biasa. Apa yang memampukannya untuk menghadapi semua ini?</p>
<p>Ia mengatakan, &#8220;Aku sering bercakap-cakap dengan Allah dan tatkala aku melakukan hal itu, hatiku bukan saja merasa lega; dan Allah selalu memberi petunjuk jalan padaku&#8221;.</p>
<p>Dalam pidato perpisahan dengan orang-orang sekampungnya untuk menjabat sebagai Presiden ke 16 Amerika di Washington, ia mengatakan, &#8220;Setelah perpisahan ini, tidak tahu kapan kita bisa bertemu kembali. Aku merasa kali ini menjabat presiden mempunyai tugas yang lebih berat dari Washington; jika bukan Allah menolong, maka aku tidak mungkin dapat menunaikan tugas tersebut&#8221;. Petikan pidato waktu pelantikannya sebagai presiden, ia mengatakan, &#8220;Jika kita mau menyelamatkan diri dari situasi yang sulit ini, tidak dapat bersandar pada kepintaran kita, melainkan perlu bersandar pada Allah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak&#8221; (Mazmur 37:5)</p>
<p>Seri Buku Pembinaan &#8211; Ilustrasi Kebenaran Alkitab 4<br />Pdt. Dr. Paulus Daun, Th.M.<br />- Lampiran dalam Warta Jemaat 27 Januari 2007 GPIB &#8220;Bethesda&#8221; Sidoarjo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jc.web.id/kiat-abraham-lincoln-menangani-masalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.945 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-06 22:55:01 -->

